Toto Sugiarto


Kisah mengharukan dua botol coca-cola

Kisah Mengharukan
Ilustrasi
Base on true story - Pada suatu senin yang dingin (saya lupa tanggal pastinya), disebuah Pabrik minuman ringan didaerah Ungaran "Semarang - Jawa Tengah", dibuatlah sebuah minuman kemasaan dalam botol, sebuah hari yang biasa, karena merupakan aktifitas rutin keseharian dalam lingkungan Pabrik, puluhan liter minuman bermerk Coca-cola tampak mengalir ke ratusan botol yang tampak berjajar rapi diatas mesin, tampak seorang pemuda gagah mengambil botol-botol minuman yang telah terisi untuk kemudian dimasukkan kedalam krat-krat berwarna merah, khas warna dominan milik "Brand" tersebut.

Setelah mengalami proses pemeriksaan dan pengujian yang melelahkan, botol-botol minuman tersebut dimasukkan kedalam kardus kemasan oleh beberapa orang buruh untuk kemudian dipasarkan ke para Distributor, baik terkenal, ataupun tidak.

Sang sopir yang baik hati, tampak terlihat tua, namun bahagia dengan profesinya, dia begitu setia mengantarkan botol-botol minuman tersebut, menuju warung, rumah makan, toko, hingga supermarket, sampai akhirnya tinggal tersisa beberapa krat botol coca-cola didalam box mobilnya.

Singkat kata - dalam dua buah krat sisa untuk diantarkan kesebuah warung dan hotel (2 tujuan terakhir pak sopir), terdapat dua sahabat, sebut saja dua sahabat botol. "saya gak punya kata-kata yang lebih baik buat yang satu ini."

Kedua sahabat itu pun mulai saling berbicara,  --- berikut kutipan percakapan 2 botol tersebut :

Botol 1: Tol, kita ini dibuat dari bahan yang sama, proses juga sama, tapi kenapa sih kita mesti pisah ditempat yang beda.
 
Botol 2: Aku gak tau tol, menurutmu siapa yang nanti turun di tempat pertama (warung).

Botol 1: Entahlah, bisa jadi aku, bisa jadi kamu.

Botol 2: Siapapun pasti seneng, yang turun ditempat kedua (hotel), dibayar dengan uang yang masih bagus (gak lecek), dituang ke gelas mahal, pake es batu kristal, dihargai mahal pula.

Botol 1: Ya, dan pasti botol yang turun ditempat pertama (warung) akan sedih, soalnya dibayar pake uang lecek, masuk kegelas murahan, mana pake es batu cacahan golok pula, yang udah karatan, udah gitu harganya juga murah. (1 botol kira-kira 3000 perak)

Akhirnya tiba waktu yang mengharukan, mereka berpisah, sang supir menurunkan kedua sahabat tersebut. "botol mana yang diturunkan sengaja saya rahasiakan."

Sebuah kisah persahabatan dua botol coca-cola yang mengharukan bukan? jadi inti dari cerita panjang lebar ini adalah, jangan beli coca-cola di dalam hotel, karena harganya mahal!

Label:

Ditulis oleh Toto Sugiarto #14.21